Minggu, 27 Mei 2012

SANG PAHLAWANKU



JUDUL: SANG PAHLAWANKU
MEDIA: PENCIL ON A4 PAPER
OLEH  : YUNASMAN SALAM
gambar ini saya buat untuk mengutarakan
perasaan saya terhadap para petani yang terkadang tidak mendapatkan tinbal balik dalam kerjanya ,sehingga tertunduk dalam perenungan.

Minggu, 20 Mei 2012

antropologi seni


Antropologi budaya
Ayam Bekisar di Universitas Brawijaya .


Disusun oleh:   
Yusuf afandi      (115110900111003)
Yulia rahmania  (115110
Jimmy alagada (
Abqoriyin hizan (115110907111002)

SENI RUPA/FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012



Kata Pengantar

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Ayam Bekisar Universitas brawijaya .Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas matakuliah(antropologi seni).

           Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini. 

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagikitasemua.


Malang, 29 April 2012 








BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar belakang
Sering kita jumpai,bahwa didalam lingkup Universitas Brawijaya ini terdapat ayam berkisar yang disetiap fakultass dapat ditemukan 1-2 ekor ayam berkisar. Entah bagaimana awal dari penempatan kandang-kandang tersebut. kami juga sempat melihat konservasi burung endemik di Universitas Brawijaya.Tepat di bawah samping kiri kantor pusat rektorat. Ada satu kandang penangkaran burung di sana. Tapi setelah saya lihat, dalamnya cuma berisi burung gelatik saja. Begitupun juga satu kandang di dekat kantor pusat perpustakaan. Burungnya juga sama, gelatik. Saya kurang tahu kenapa burung ini yang coba di tangkarkan. Mungkin untuk kepentingan penelitian, atau yang lain, saya tidak tahu. Kenapa bukan burung seperti elang, atau burung lain yang bisa di bilang lebih penting karena habitat di alamnya semakin berkurang akhir-akhir ini.  Sebenarnya, tempat untuk kandang tersebut sangat cocok untuk penangkaran.  Ada banyak tempat di sana yang memang benar-benar alami,yaitu di Fakultas Peternakan  yang menangkar burung kutilang dengan alam yang sangat asri dan alami. Namun yang sangat mendominasi diantaranya adalah ayam berkisar,yang dapat ditemukan disetiap fakultas ada sangkar beserta isinya. Hal itulah yang membuat kami tertarik untuk mengkaji ayam berkisar di Universitas Brawijaya sebagai pembuatan makalah ini.




2.      Rumusan masalah
-Melalui karya tulis ini,kami ingin mengetahui bagaimana sejarah ayam bekisar?
-bagaimana cirri-ciri ayam bekisar yang ada di fakultas dengan ayam-ayam biasa.?
-kami ingin mengetahui respon mahasiswa terhadap ayam berkisar.kenapa harus ayam bekisar,dan apa ada maksud lain di balik itu semua?
-dampak positive dan negative adanya ayam hias bekisar yang ada disetiap fakultas.?

3. Tujuan
Agar para pembaca makalah ini , dapat mengetahui seberapabesar peranan symbol ayam berkisar terhadap lingkungan pendidikan. Selain itu pembaca diharapkan dapat membedakan ayam bekisar dengan ayam biasa.










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Asal mula Ayam  Bekisar

Ayam bekisar merupakan berasal dari KANGEAN di wilayah Sumenep, Madura. Ayam bekisar memiliki kelebihan dibanding ayam-ayam biasa, bahkan dianggap trademark tersendiri bagi pemiliknya pada orang Madura yaitu menunjukkan status bahwa yang memelihara ayam bekisar ini adalah orang yang berduit.
Asal usul nama bekisar, konon tidak lepas dari diasingkannya seorang keturunan putra raja Mataram bernama Begisar . Hingga pada tahun 1700 an, Begisar diasingkan di pulau Kangean.
Pada saat menjalani pengasingan itulah, Begisar mencoba mengawinkan ayam hutan hijau jantan (nama latinnya gallus varius) dengan ayam betina kampung (nama latinnya gallus domestica). Keturunan hasil kawin silang itu kemudian dipersembahkan kepada pejabat atau penguasa setempat sebagai tanda mata. Berdasar hal itu, akhirnya diketahui bahwa Begisar memiliki makna cendera mata. Hingga kini ayam Begisar atau akrab disebut ayam Bekisar selalu dipersembahkan sebagai cendera mata kepada kalangan tertentu yang memiliki 'kekuasaan'. (koran MERAPI online)


B. Ciri-ciri ayam bekisar
-Ayam bekisar memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan ukuran ayam kampung jantan, tetapi lebih besar daripada induk jantannya.
-
Warna bulunya hitam kehijauan dan mengkilap.
-
Memiliki suara yang halus dan khas: tersusun dari dua nada.
-
Ciri-ciri khusus dari ayam bekisar yang paling menonjol adalah bentuk bulu leher yang ujungnya bulat/lonjong bukan lancip. Jika dibandingkan dengan ayam jago biasa maka akan terlihat jelas.
-
Ayam jantan (jago), lebih atraktif, berukuran lebih besar dari betina,
-
memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai.
-
Ayam betina (babon) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek.


Yang membedakan ayam kampung dengan ayam bekisar adalah cara perlakuanya.dimana ayam bekisar menggunakan kandang menarik dan mendapatkan makanan yang beragam,sedangkan ayam kampung hanya dilepas liar dan makan biji-bijian padi ,jagung.

C.    Ayam bekisar melambangkan symbol
Ayam bekisar menjadi daya tarik tersendiri bagi kampus kita . Sebab keberadaanya sangat sering terlihat pada saat kita melewati jalan –jalan tiap fakultas.dengan suaranya yang khas dan membedakan ayam bekisar dg ayam kampong yaitu memiliki suara yang melengking. Banyak yang mengatakan bahwa ayam jago (bekisar) adalah symbol keteladanan bagi para kaum pelajar. Sebab tingkah laku dari ayam tersebut sangat cocok jika para siswa  , dan mahasiswa melakukanya sebagai rutinitas keseharian. Yaitu dengan bangun pagi,beraktifitas,kemudian pulang malam. Ayam bekisar juga melambangkan sebagai kejayaan.dengan keberanianya untuk bertarung,sangat pas jika digunakan symbol tertentu. Dengan keberadaan ayam bekisar di kampus, mengingatkan kita pada suasana pedesaan yang masi terdapat populasi ayam ayam kampung dimana di kediaman perkotaan ini jarang ditemukan suara ayam berkokok di pagi hari. Mungkin karna hal hal tersebut yang membuat ayam bekisar menjadi daya tarik untuk dijadikan binatang hias atau symbol tertentu.

D.    Dampak positive dan negative adanya ayam hias bekisar yang ada disetiap fakultas.;
Positive;
-          Dengan penangkaran ayam tersebut,diharapkan pihak kampus bisa lebih meningkatkan konservasi terhadap burung burung endemic,bukan hanya unggas-unggas yang mahal,tetapi jg binatang binatang yang perlu dilestarikan spesiesnya.
-          Menjadikan suasana kampus seperti di pedesaan yang masih asri dan alami dengan suara ayam bekisar yang khas.
-           
Negative;
-          Pada saat kuisioner,banyak anggapan bahwa penempatan ayam berkisar di setiap fakultas  adalah symbol dalam kutipan “ayam kampus” yaitu mahasiswi yang menjual dirinya demi kepentingan pribadi. Namun hal tersebut wajar-wajar saja,dimana pemikiran manusia terkadang sedikit berfikir negative.







BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Ayam bekisar adalah hasil perkawinan antara ayam hutan hijau jantan dengan ayam kampung/ayam buras betina. Ciri dari ayam bekisar yang paling menonjol adalah bentuk bulu leher yang ujungnya bulat/lonjong bukan lancip. Jika dibandingkan dengan ayam jago biasa maka akan terlihat jelas. Banyak yang mengatakan bahwa ayam jago (bekisar) adalah symbol keteladanan bagi para kaum pelajar. Sebab tingkah laku dari ayam tersebut sangat cocok jika para siswa  , dan mahasiswa melakukanya sebagai rutinitas keseharian. Yaitu dengan bangun pagi,beraktifitas,kemudian pulang malam. Ayam bekisar mendapatkan perlakuan lebih disbanding ayam kampung biasa.(cara pemberian pangan,serta kandangnya). banyak anggapan bahwa penempatan ayam berkisar di setiap fakultas  adalah symbol dalam kutipan “ayam kampus” yaitu mahasiswi yang menjual dirinya demi kepentinganpribadi.



Minggu, 29 April 2012

antropologi seni.


ANTROPOLOGI SENI
MAHASISWA AKTIF VS MAHASISWA APATIS



Oleh:
Kelompok I
                                    Ririn Krisnawati          (115110913111001)
Yunasman Salam        (115110900111009)
Bakti Setya W.            (115110900111006)
Rosieda Fatmala         (                               )


PROGRAM STUDI SENI RUPA
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012
I.                   LATAR BELAKANG

Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi.Mahasiswa pada saat ini merupakan harapan terbesar bagi masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat terutama sebagai perubahan di masyarakat (Agen social of cahange). Sebagai salah satu potensi, mahasiswa adalah bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam setiap fenomena sosial, mereka harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam akselerasi perubahan masyarakat ke arah peradaban yang lebih baik.

Ada penggolongan mahasiswa apabila di lihat dari kesehariannya,yaitu adanya mahasiswa aktif dan adanya mahasiswa apatis. Mahsiswa aktif adalah mahasiswa yang tidak hanya berperan aktif (berkontribusi) dalam lingkungan sosial atau organisasi saja,akan tetapi mahasiswa aktif juga mahasiswa yang rajin dan selalu aktif dalam mata perkuliahan. Sedangkan mahasiswa apatis adalah mahasiswa yang tidak berkontribusi pada suatu organisasi dan juga bersikap pasif dalam mata pekuliahan.

II.                RUMUSAN MASALAH

a.       Apa definisi dari mahasiswa secara umum,mahasiswa aktif dan mahasiswa apatis?
b.       Bagaimana perilaku mahasiswa aktif dan apatis dalam kehidupan sehari-harinya?
c.       Apa dampak dari setiap tindakan baik oleh mahasiswa aktif atau mahasiswa apatis?









III.             ISI

A. Definisi
Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Mahasiswa pada saat ini merupakan harapan terbesar bagi masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat terutama sebagai perubahan di masyarakat (Agen social of cahange). Sebagai salah satu potensi, mahasiswa adalah bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam setiap fenomena sosial, mereka harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam akselerasi perubahan masyarakat ke arah peradaban yang lebih baik.
Selama ini sudah menjadi jargon dan pilar utama terjaminnya sebuah tatanan kenegaraan yang demokratis. Romantisme politis antara mahasiswa dengan rakyat terlihat sebagai fungsinya sebagai social control termasuk terhadap kebijakan-kebijakan yang menindas rakyat.

Mahasiswa yang pada akhirnya akan berkecimpung dalam kehidupan masyarakat perlu memahami lebih jauh tentang tatanan kehidupan itu sendiri, untuk mengerti hal tersebut maka organisasi merupakan media pembelajaran yang tepat. Setiap mahasiswa mempunyai ruang organisasi yang berbeda, mulai dari internal maupun eksternal kampus. Namun sejauh ini mari kita melihat secara jeli terhadap tatanan kelembagaan organisasi internal kampus yang lebih sfesifiknya adalah di tingkat fakultas seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMAF), Majelis Perwakilan Mahasiswa Fakultas (MPMF) dan lembaga-lembaga organisasi lainnya yang ada dilingkungan fakultas. Kesemuanya ini mempunyai fungsi dan tujuan yang mengarah kepada pengkaderisasi terhadap mahasiswa, agar terciptanya mahasiswa yang punya potensi, wawasan dan pembekalan pengalaman yang kelak akan mengabdi di masyarakat, demikian juga dengan eksternal kampus.
Ada penggolongan mahasiswa apabila di lihat dari kesehariannya,yaitu adanya mahasiswa aktif dan adanya mahasiswa apatis. Mahasiswa aktif adalah mahasiswa yang tidak hanya berperan aktif (berkontribusi) dalam lingkungan sosial atau organisasi saja,akan tetapi mahasiswa aktif juga mahasiswa yang rajin dan selalu aktif dalam mata perkuliahan. Mahasiswa yang aktif biasanya selalu berusaha memberikan yang terbaik yang dia bisa. Misalnya,dalam diskusi kelas dia akan mengutarakan pendapatnya atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Mahasiswa yang aktif juga berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar semuanya berjalan lancar dan tidak rugi (bisa membagi kapan saat untuk belajar dan kapan saat untuk berorganisasi). Faktor yang mendorong seseorang menjadi aktif adalah lingkungan,motifasi diri,kesadaran dan juga karakter dari orang tersebut.
Apatis berasal dari kata a-pathos yang berarti tanpa perasaan. Maka, orang yang apatis adalah orang yang tidak peduli urusan orang lain, tidak peduli lingkungan dan apa yang terjadi disekitarnya. Sikap apatis, hopeless, putus asa, putus harapan, adalah bagian yang wajar dari diri kita sebagai manusia, tidak ada yang salah, normal saja. Tetapi apabila terus menerus memelihara sikap tersebut adalah salah besar.  Sedangkan mahasiswa apatis adalah mahasiswa yang tidak berkontribusi pada suatu organisasi dan juga bersikap pasif dalam mata pekuliahan. Mereka cenderung bertindak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Banyak alasan mengapa mahasiswa menjadi apatis, pertama hedonisme (gaya hidup berhura-hura yang hanya mementingkan kesenangan dan kenikmatan duniawi) secara perlahan merasuki kaum muda-mudi, tak terkecuali mahasiswa. Mahasiswa kini tak bisa lagi secara universal disebut kaum intelektual atau pembawa perubahan. Hedonisme telah merubah banyak diantara mereka dari kutu buku menjadi pencinta club malam, narkoba atau miras. Pergeseran perilaku ini tak bisa dilepaskan dari pengaruh arus globalisasi sehingga cenderung sangat sulit dibendung.

B. Perilaku
Adapun beberapa contoh perilaku mahasiswa aktif dan mahasiswa apatis dari pengamatan lapangan yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
1.Apabila di lihat dari segi ketepatan waktu. Mahasiswa aktif akan datang kurang dari jam yang telah ditentukan. Misalnya dalam masuk kelas,bisa dipastikan pada pukul 06.45 dia sudah ada di depan kelas. Berbeda dengan mahasiswa apatis,mereka lebih sering terlambat masuk kelas.

2. Dilihat dari segi style mahasiswa apatis lebih cendrung terlihat berantakan dan seadanya,sedangkan mahasiswa aktif terlihat rapih dan teratur.contohnya mahasiswa aktif  jarang menggunakan baju kaos ,mereka lebih cendrung menggunakan kemeja. Sedangkan mahasiswa apatis menggunakan kemeja hanya untuk perkuliahan, setelah perkuliahan selesai kemeja dilepas kemudian menggunakan kaos.

3. Dilihat dari segi kelengkapan.Mahasiswa aktif selalu membawa hal-hal yang menurutnya sangat perlu,misalnya laptop,kamus,pensil lebih dari 1,bolpoin lebih dari 1,penghapus,dan buku untuk mencatat.Sedangkan mahasiswa apatis cenderung membawa alat2 yang menurutnya tidak berat,mereka hanya membawa 1 buku dan 1 bolpoin saja.
4.Dilihat dari segi keaktifan Organisasi,Mahasiswa aktif selalu terlihat sibuk,seusai pelajaran,mereka selalu berkumpul dalam organisasi,dan mereka selalu aktif dalam berorganisasi seperti memecahkan persoalan dalam organisasi,membuat evaluasi tentang organisasi,dan menjalankan tugas-tugas dalam organisasi.Sedangkan mahasiswa apatis selalu terlihat santai,seusai pelajaran mereka selalu berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang tidak perlu. Terkadang selesei kuliah langsung pulang.


C. Dampak dari Mahasiswa Aktif dan Apatis
Dampak yang terjadi apabila mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa yang aktif adalah :
1.      Hidupnya lebih teratur dan dapat mencapai target yang diharapkan.
2.      Memperoleh pengalaman dari organisasi atau diskusi yang pernah ia ikuti.
3.      Lebih cakap dalam berkomunikasi di depan public.
4.      Lebih dapat menggunakan waktu sebaik mungkin.
5.      Perannya sebagai Agent of change dapat terlaksana.
6.      Banyak teman.
Sedangkan dampak dari sikap mahasiswa yang apatis adalah sbb:
1.      Hidupnya santai tetapi tidak terarah.
2.      Cara berfikirnya random.
3.      Lebih bersifat individualis yang sangat tidak baik jika diterapkan di masyarakat.
4.      Banyak pengeluaran karena sering hura-hura.
5.      Kurang bisa berkomunikasi di depan public karena tidak berorganisasi.
6.      Diremehkan oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya.
7.      Sedikit teman yang bisa membantu dalam meraih cita-cita.









PENUTUP

Saran
1.Merubah Paradigma Berpikir

Mahasiswa yang aktif ber-organisasi secara konsisten semata-mata memiliki pemahaman bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan sebuah sarana yang efektif  dalam meng-kader dirinya sendiri untuk ke depan. Sebagian di antaranya masih mempunyai keyakinan pandangan bahwa kampus merupakan tempat menimba ilmu yang tidak terbatas hanya kepada pelajaran semata.

2. menghindari gaya hidup berhura-hura.
Cara hidup ini hanya mementingkan kesenangan dan kenikmatan duniawi yang secara perlahan merasuki kaum muda-mudi, tak terkecuali mahasiswa. Mahasiswa kini tak bisa lagi secara universal disebut kaum intelektual atau pembawa perubahan. Hedonisme telah merubah banyak diantara mereka dari kutu buku menjadi pencinta club malam, narkoba atau miras. Pergeseran perilaku ini tak bisa dilepaskan dari pengaruh arus globalisasi sehingga cenderung sangat sulit dibendung.


Kesimpulan

          Ada perbedaan mencolok antara mahasiswa aktif dan apatis ,dimana  dari perbedaan yang telah disampaikan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa mahasiswa aktif lebih banyak mendapatkan manfaat sebagai mahasiswa terlebih sebagai agen of change, yang pada akhirnya harus terjun langsung di masyarakat.






Senin, 23 April 2012

judul karya : setetes harapan
media        : mix media (cat poster and pecil in canvas)
nama         : yunasman salam




gambar ini saya buat karena sekarang marak dengan bayi yang lahir diluar keadan ab-normal,yang seniman harapkan dari karya ini ,seniman berharap bayi-bayi  ini lebih mendapatkan perhatian dari masyarakat sehingga dapat membantu keluarga bayi tersebut....
lebih peduli terhadap sesama itu lebih baik.