Minggu, 28 Oktober 2012
Senin, 25 Juni 2012
Selasa, 12 Juni 2012
Minggu, 27 Mei 2012
SANG PAHLAWANKU
JUDUL: SANG PAHLAWANKU
MEDIA: PENCIL ON A4 PAPER
OLEH : YUNASMAN SALAM
gambar ini saya buat untuk mengutarakan
perasaan saya terhadap para petani yang terkadang tidak mendapatkan tinbal balik dalam kerjanya ,sehingga tertunduk dalam perenungan.
Minggu, 20 Mei 2012
antropologi seni
Antropologi budaya
Ayam Bekisar di Universitas Brawijaya .
Disusun oleh:
Yusuf afandi (115110900111003)
Yulia rahmania (115110
Jimmy alagada (
Abqoriyin hizan
(115110907111002)
SENI
RUPA/FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2012
Kata
Pengantar
Puji syukur
penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat
rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Ayam Bekisar Universitas brawijaya .Makalah ini
diajukan guna memenuhi tugas matakuliah(antropologi seni).
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah
ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan
wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagikitasemua.
Malang, 29 April 2012
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Sering kita jumpai,bahwa didalam lingkup
Universitas Brawijaya ini terdapat ayam berkisar yang disetiap fakultass dapat
ditemukan 1-2 ekor ayam berkisar. Entah bagaimana awal dari penempatan
kandang-kandang tersebut.
kami juga sempat
melihat konservasi burung endemik di Universitas Brawijaya.Tepat di bawah
samping kiri kantor pusat rektorat. Ada satu kandang penangkaran burung di
sana. Tapi setelah saya lihat, dalamnya cuma berisi burung gelatik saja.
Begitupun juga satu kandang di dekat kantor pusat perpustakaan. Burungnya juga
sama, gelatik. Saya kurang tahu kenapa burung ini yang coba di tangkarkan.
Mungkin untuk kepentingan penelitian, atau yang lain, saya tidak tahu. Kenapa
bukan burung seperti elang, atau burung
lain yang bisa di bilang lebih penting karena habitat di alamnya semakin
berkurang akhir-akhir ini. Sebenarnya, tempat untuk kandang tersebut
sangat cocok untuk penangkaran. Ada banyak tempat di sana yang memang
benar-benar alami,yaitu di Fakultas Peternakan
yang menangkar burung kutilang dengan alam yang sangat asri dan alami.
Namun yang sangat mendominasi diantaranya adalah ayam berkisar,yang dapat
ditemukan disetiap fakultas ada sangkar beserta isinya. Hal itulah yang membuat
kami tertarik untuk mengkaji ayam berkisar di Universitas Brawijaya sebagai
pembuatan makalah ini.
2. Rumusan masalah
-Melalui karya tulis ini,kami ingin
mengetahui bagaimana sejarah ayam bekisar?
-bagaimana cirri-ciri ayam bekisar yang ada
di fakultas dengan ayam-ayam biasa.?
-kami ingin mengetahui respon mahasiswa terhadap
ayam berkisar.kenapa harus ayam bekisar,dan apa ada maksud lain di balik itu
semua?
-dampak positive dan negative adanya ayam hias bekisar yang ada disetiap fakultas.?
-dampak positive dan negative adanya ayam hias bekisar yang ada disetiap fakultas.?
3. Tujuan
Agar para pembaca makalah ini , dapat
mengetahui seberapabesar peranan symbol ayam berkisar terhadap lingkungan
pendidikan. Selain itu pembaca diharapkan dapat membedakan ayam bekisar dengan
ayam biasa.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Asal mula Ayam Bekisar
Ayam bekisar merupakan berasal dari KANGEAN di wilayah Sumenep, Madura.
Ayam bekisar memiliki kelebihan dibanding ayam-ayam biasa, bahkan dianggap
trademark tersendiri bagi pemiliknya pada orang Madura yaitu menunjukkan status
bahwa yang memelihara ayam bekisar ini adalah orang yang berduit.
Asal usul nama bekisar, konon tidak lepas dari diasingkannya seorang
keturunan putra raja Mataram bernama Begisar . Hingga pada tahun 1700 an,
Begisar diasingkan di pulau Kangean.
Pada saat menjalani pengasingan itulah, Begisar mencoba mengawinkan ayam
hutan hijau jantan (nama latinnya gallus varius) dengan ayam
betina kampung (nama latinnya gallus domestica). Keturunan hasil kawin
silang itu kemudian dipersembahkan kepada pejabat atau penguasa setempat
sebagai tanda mata. Berdasar hal itu, akhirnya diketahui bahwa Begisar memiliki
makna cendera mata. Hingga kini ayam Begisar atau akrab disebut ayam Bekisar
selalu dipersembahkan sebagai cendera mata kepada kalangan tertentu yang
memiliki 'kekuasaan'. (koran MERAPI online)
B. Ciri-ciri ayam bekisar
-Ayam
bekisar memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan ukuran ayam kampung jantan,
tetapi lebih besar daripada induk jantannya.
-Warna bulunya hitam kehijauan dan mengkilap.
-Memiliki suara yang halus dan khas: tersusun dari dua nada.
-Ciri-ciri khusus dari ayam bekisar yang paling menonjol adalah bentuk bulu leher yang ujungnya bulat/lonjong bukan lancip. Jika dibandingkan dengan ayam jago biasa maka akan terlihat jelas.
-Ayam jantan (jago), lebih atraktif, berukuran lebih besar dari betina,
-memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai.
-Ayam betina (babon) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek.
-Warna bulunya hitam kehijauan dan mengkilap.
-Memiliki suara yang halus dan khas: tersusun dari dua nada.
-Ciri-ciri khusus dari ayam bekisar yang paling menonjol adalah bentuk bulu leher yang ujungnya bulat/lonjong bukan lancip. Jika dibandingkan dengan ayam jago biasa maka akan terlihat jelas.
-Ayam jantan (jago), lebih atraktif, berukuran lebih besar dari betina,
-memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai.
-Ayam betina (babon) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek.
Yang membedakan ayam kampung dengan ayam
bekisar adalah cara perlakuanya.dimana ayam bekisar menggunakan kandang menarik
dan mendapatkan makanan yang beragam,sedangkan ayam kampung hanya dilepas liar
dan makan biji-bijian padi ,jagung.
C. Ayam bekisar melambangkan symbol
Ayam bekisar menjadi daya tarik tersendiri
bagi kampus kita . Sebab keberadaanya sangat sering terlihat pada saat kita melewati
jalan –jalan tiap fakultas.dengan suaranya yang khas dan membedakan ayam
bekisar dg ayam kampong yaitu memiliki suara yang melengking. Banyak yang
mengatakan bahwa ayam jago (bekisar) adalah symbol keteladanan bagi para kaum
pelajar. Sebab tingkah laku dari ayam tersebut sangat cocok jika para
siswa , dan mahasiswa melakukanya
sebagai rutinitas keseharian. Yaitu dengan bangun pagi,beraktifitas,kemudian
pulang malam. Ayam bekisar juga melambangkan sebagai kejayaan.dengan
keberanianya untuk bertarung,sangat pas jika digunakan symbol tertentu. Dengan
keberadaan ayam bekisar di kampus, mengingatkan kita pada suasana pedesaan yang
masi terdapat populasi ayam ayam kampung dimana di kediaman perkotaan ini
jarang ditemukan suara ayam berkokok di pagi hari. Mungkin karna hal hal
tersebut yang membuat ayam bekisar menjadi daya tarik untuk dijadikan binatang
hias atau symbol tertentu.
D. Dampak positive dan negative adanya ayam
hias bekisar yang ada disetiap fakultas.;
Positive;
-
Dengan penangkaran ayam tersebut,diharapkan pihak kampus bisa lebih
meningkatkan konservasi terhadap burung burung endemic,bukan hanya
unggas-unggas yang mahal,tetapi jg binatang binatang yang perlu dilestarikan spesiesnya.
-
Menjadikan suasana kampus seperti di pedesaan yang masih asri dan alami
dengan suara ayam bekisar yang khas.
-
Negative;
-
Pada saat kuisioner,banyak anggapan bahwa penempatan ayam berkisar di
setiap fakultas adalah symbol dalam
kutipan “ayam kampus” yaitu mahasiswi yang menjual dirinya demi kepentingan
pribadi. Namun hal tersebut wajar-wajar saja,dimana pemikiran manusia terkadang
sedikit berfikir negative.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
Ayam bekisar adalah hasil perkawinan antara ayam hutan
hijau jantan dengan ayam
kampung/ayam buras
betina. Ciri dari ayam bekisar yang paling menonjol adalah bentuk bulu leher
yang ujungnya bulat/lonjong bukan lancip. Jika dibandingkan dengan ayam jago
biasa maka akan terlihat jelas. Banyak yang mengatakan bahwa ayam jago (bekisar)
adalah symbol keteladanan bagi para kaum pelajar. Sebab tingkah laku dari ayam
tersebut sangat cocok jika para siswa ,
dan mahasiswa melakukanya sebagai rutinitas keseharian. Yaitu dengan bangun
pagi,beraktifitas,kemudian pulang malam. Ayam bekisar mendapatkan perlakuan
lebih disbanding ayam kampung biasa.(cara pemberian pangan,serta kandangnya). banyak
anggapan bahwa penempatan ayam berkisar di setiap fakultas adalah symbol dalam kutipan “ayam kampus”
yaitu mahasiswi yang menjual dirinya demi kepentinganpribadi.
Minggu, 29 April 2012
antropologi seni.
ANTROPOLOGI
SENI
MAHASISWA
AKTIF VS MAHASISWA APATIS
Oleh:
Kelompok
I
Ririn Krisnawati (115110913111001)
Yunasman
Salam (115110900111009)
Bakti
Setya W. (115110900111006)
Rosieda
Fatmala ( )
PROGRAM STUDI SENI RUPA
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2012
I.
LATAR BELAKANG
Mahasiswa
atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi.Mahasiswa pada
saat ini merupakan harapan terbesar bagi masyarakat sebagai penyambung lidah
rakyat terutama sebagai perubahan di masyarakat (Agen social of cahange). Sebagai salah
satu potensi, mahasiswa adalah bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat
yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam setiap fenomena sosial, mereka
harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam akselerasi
perubahan masyarakat ke arah peradaban yang lebih baik.
Ada penggolongan mahasiswa apabila
di lihat dari kesehariannya,yaitu adanya mahasiswa aktif dan adanya mahasiswa
apatis. Mahsiswa aktif adalah mahasiswa yang tidak hanya berperan aktif
(berkontribusi) dalam lingkungan sosial atau organisasi saja,akan tetapi
mahasiswa aktif juga mahasiswa yang rajin dan selalu aktif dalam mata
perkuliahan. Sedangkan mahasiswa apatis adalah mahasiswa yang tidak
berkontribusi pada suatu organisasi dan juga bersikap pasif dalam mata
pekuliahan.
II.
RUMUSAN
MASALAH
a. Apa
definisi dari mahasiswa secara umum,mahasiswa aktif dan mahasiswa apatis?
b. Bagaimana perilaku mahasiswa aktif dan apatis
dalam kehidupan sehari-harinya?
c. Apa
dampak dari setiap tindakan baik oleh mahasiswa aktif atau mahasiswa apatis?
III.
ISI
A.
Definisi
Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang
yang sedang menjalani pendidikan
tinggi
di sebuah universitas atau perguruan
tinggi. Mahasiswa pada saat ini merupakan
harapan terbesar bagi masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat terutama
sebagai perubahan di masyarakat (Agen social of cahange). Sebagai salah
satu potensi, mahasiswa adalah bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat
yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam setiap fenomena sosial, mereka
harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam akselerasi perubahan
masyarakat ke arah peradaban yang lebih baik.
Selama ini
sudah menjadi jargon dan pilar utama terjaminnya sebuah tatanan kenegaraan yang
demokratis. Romantisme politis antara mahasiswa dengan rakyat terlihat sebagai
fungsinya sebagai social control termasuk terhadap
kebijakan-kebijakan yang menindas rakyat.
Mahasiswa yang pada akhirnya akan berkecimpung dalam
kehidupan masyarakat perlu memahami lebih jauh tentang tatanan kehidupan itu
sendiri, untuk mengerti hal tersebut maka organisasi merupakan media
pembelajaran yang tepat. Setiap mahasiswa mempunyai ruang organisasi yang berbeda, mulai dari
internal maupun eksternal kampus. Namun sejauh ini mari kita melihat secara
jeli terhadap tatanan kelembagaan organisasi internal kampus yang lebih
sfesifiknya adalah di tingkat fakultas seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan
(HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMAF), Majelis Perwakilan Mahasiswa
Fakultas (MPMF) dan lembaga-lembaga organisasi lainnya yang ada dilingkungan
fakultas. Kesemuanya ini mempunyai fungsi dan tujuan yang mengarah kepada
pengkaderisasi terhadap mahasiswa, agar terciptanya mahasiswa yang punya
potensi, wawasan dan pembekalan pengalaman yang kelak akan mengabdi di
masyarakat, demikian juga dengan eksternal kampus.
Ada penggolongan mahasiswa apabila di lihat dari
kesehariannya,yaitu adanya mahasiswa aktif dan adanya mahasiswa apatis. Mahasiswa
aktif adalah mahasiswa yang tidak hanya berperan aktif (berkontribusi) dalam
lingkungan sosial atau organisasi saja,akan tetapi mahasiswa aktif juga
mahasiswa yang rajin dan selalu aktif dalam mata perkuliahan. Mahasiswa yang
aktif biasanya selalu berusaha memberikan yang terbaik yang dia bisa.
Misalnya,dalam diskusi kelas dia akan mengutarakan pendapatnya atau mengajukan
pertanyaan-pertanyaan. Mahasiswa yang aktif juga berusaha untuk memanfaatkan
waktu sebaik mungkin agar semuanya berjalan lancar dan tidak rugi (bisa membagi
kapan saat untuk belajar dan kapan saat untuk berorganisasi). Faktor yang
mendorong seseorang menjadi aktif adalah lingkungan,motifasi diri,kesadaran dan
juga karakter dari orang tersebut.
Apatis berasal dari kata a-pathos yang berarti tanpa
perasaan. Maka, orang yang apatis adalah orang yang tidak peduli urusan orang
lain, tidak peduli lingkungan dan apa yang terjadi disekitarnya. Sikap apatis,
hopeless, putus asa, putus harapan, adalah bagian yang wajar dari diri kita
sebagai manusia, tidak ada yang salah, normal saja. Tetapi apabila terus
menerus memelihara sikap tersebut adalah salah besar. Sedangkan mahasiswa apatis adalah mahasiswa
yang tidak berkontribusi pada suatu organisasi dan juga bersikap pasif dalam
mata pekuliahan. Mereka cenderung bertindak sesuai dengan apa yang mereka
inginkan.
Banyak alasan mengapa mahasiswa menjadi apatis,
pertama hedonisme (gaya hidup berhura-hura yang hanya mementingkan kesenangan
dan kenikmatan duniawi) secara perlahan merasuki kaum muda-mudi, tak terkecuali
mahasiswa. Mahasiswa kini tak bisa lagi secara universal disebut kaum
intelektual atau pembawa perubahan. Hedonisme telah merubah banyak diantara
mereka dari kutu buku menjadi pencinta club malam, narkoba atau miras.
Pergeseran perilaku ini tak bisa dilepaskan dari pengaruh arus globalisasi
sehingga cenderung sangat sulit dibendung.
B. Perilaku
Adapun beberapa contoh
perilaku mahasiswa aktif dan mahasiswa apatis dari pengamatan lapangan yang
kami lakukan adalah sebagai berikut:
1.Apabila di lihat dari
segi ketepatan waktu. Mahasiswa aktif akan datang kurang dari jam yang telah
ditentukan. Misalnya dalam masuk kelas,bisa dipastikan pada pukul 06.45 dia
sudah ada di depan kelas. Berbeda dengan mahasiswa apatis,mereka lebih sering
terlambat masuk kelas.
2. Dilihat dari segi
style mahasiswa apatis lebih cendrung terlihat berantakan dan
seadanya,sedangkan mahasiswa aktif terlihat rapih dan teratur.contohnya
mahasiswa aktif jarang menggunakan baju
kaos ,mereka lebih cendrung menggunakan kemeja. Sedangkan mahasiswa apatis menggunakan
kemeja hanya untuk perkuliahan, setelah perkuliahan selesai kemeja dilepas
kemudian menggunakan kaos.
3. Dilihat dari segi
kelengkapan.Mahasiswa aktif selalu membawa hal-hal yang menurutnya sangat
perlu,misalnya laptop,kamus,pensil lebih dari 1,bolpoin lebih dari
1,penghapus,dan buku untuk mencatat.Sedangkan mahasiswa apatis cenderung
membawa alat2 yang menurutnya tidak berat,mereka hanya membawa 1 buku dan 1
bolpoin saja.
4.Dilihat dari segi
keaktifan Organisasi,Mahasiswa aktif selalu terlihat sibuk,seusai
pelajaran,mereka selalu berkumpul dalam organisasi,dan mereka selalu aktif
dalam berorganisasi seperti memecahkan persoalan dalam organisasi,membuat
evaluasi tentang organisasi,dan menjalankan tugas-tugas dalam
organisasi.Sedangkan mahasiswa apatis selalu terlihat santai,seusai pelajaran
mereka selalu berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang tidak perlu. Terkadang
selesei kuliah langsung pulang.
C. Dampak dari
Mahasiswa Aktif dan Apatis
Dampak yang terjadi
apabila mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa yang aktif adalah :
1. Hidupnya
lebih teratur dan dapat mencapai target yang diharapkan.
2. Memperoleh
pengalaman dari organisasi atau diskusi yang pernah ia ikuti.
3. Lebih
cakap dalam berkomunikasi di depan public.
4. Lebih
dapat menggunakan waktu sebaik mungkin.
5. Perannya
sebagai Agent of change dapat terlaksana.
6. Banyak
teman.
Sedangkan dampak dari
sikap mahasiswa yang apatis adalah sbb:
1. Hidupnya
santai tetapi tidak terarah.
2. Cara
berfikirnya random.
3. Lebih
bersifat individualis yang sangat tidak baik jika diterapkan di masyarakat.
4. Banyak
pengeluaran karena sering hura-hura.
5. Kurang
bisa berkomunikasi di depan public karena tidak berorganisasi.
6. Diremehkan
oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya.
7. Sedikit
teman yang bisa membantu dalam meraih cita-cita.
PENUTUP
Saran
1.Merubah Paradigma Berpikir
Mahasiswa
yang aktif ber-organisasi secara konsisten semata-mata memiliki pemahaman bahwa
organisasi kemahasiswaan merupakan sebuah sarana yang efektif dalam
meng-kader dirinya sendiri untuk ke depan. Sebagian di antaranya masih
mempunyai keyakinan pandangan bahwa kampus merupakan tempat menimba ilmu yang
tidak terbatas hanya kepada pelajaran semata.
2. menghindari
gaya hidup berhura-hura.
Cara hidup ini hanya mementingkan kesenangan dan
kenikmatan duniawi yang secara perlahan merasuki kaum muda-mudi, tak terkecuali
mahasiswa. Mahasiswa kini tak bisa lagi secara universal disebut kaum
intelektual atau pembawa perubahan. Hedonisme telah merubah banyak diantara
mereka dari kutu buku menjadi pencinta club malam, narkoba atau miras.
Pergeseran perilaku ini tak bisa dilepaskan dari pengaruh arus globalisasi
sehingga cenderung sangat sulit dibendung.
Kesimpulan
Ada perbedaan mencolok
antara mahasiswa aktif dan apatis ,dimana
dari perbedaan yang telah disampaikan di atas dapat kita tarik
kesimpulan bahwa mahasiswa aktif lebih banyak mendapatkan manfaat sebagai
mahasiswa terlebih sebagai agen of change, yang pada akhirnya harus terjun
langsung di masyarakat.
Kamis, 26 April 2012
Senin, 23 April 2012
judul karya : setetes harapan
media : mix media (cat poster and pecil in canvas)
nama : yunasman salam
gambar ini saya buat karena sekarang marak dengan bayi yang lahir diluar keadan ab-normal,yang seniman harapkan dari karya ini ,seniman berharap bayi-bayi ini lebih mendapatkan perhatian dari masyarakat sehingga dapat membantu keluarga bayi tersebut....
lebih peduli terhadap sesama itu lebih baik.
media : mix media (cat poster and pecil in canvas)
nama : yunasman salam
gambar ini saya buat karena sekarang marak dengan bayi yang lahir diluar keadan ab-normal,yang seniman harapkan dari karya ini ,seniman berharap bayi-bayi ini lebih mendapatkan perhatian dari masyarakat sehingga dapat membantu keluarga bayi tersebut....
lebih peduli terhadap sesama itu lebih baik.
Langganan:
Komentar (Atom)















